Saturday, December 29, 2012

Pemain PSM Ilija Spasojevic mengaku sebagai fans MU , ealah ,...malah dikasih jersey Chelsea




Striker PSM Makassar, Ilija Spasojevic atau akrab dipanggil Spaso mendapatkan kado Natal dari fans PSM  bernama Abrar.




Kado Natal tersebut berupa jersey klub Inggris, Chelsea
 dengan nomor punggung 9 bertuliskan nama Spaso. Dirinya bukanlah fans
The Blues, namun dirinya sangat mengidolakan penyerang fernando Torres.




"It's amazing shirt. Saya sangat senang dengan hadiah ini. Saya
memang mengidolakan  Fernando Torres. Namun Torres harus bersiap karena
saya akan menggantinya di Chelsea," kata Spaso .




Meskipun dihadiahi jersey Chelsea, namun Spaso tetaplah pendukung dan fans sejati Manchester United (MU).




"Saya pendukung Manchester United. Namun saya tetap akan
memakai jersey ini karena ini pemberian suporter dan saya harus
menghargainya. Apalagi jersey ini sangat keren dan  ukurannya pas sekali
untuk saya," pungkasnya.




Apalagi setelah dia menolak sejumlah tawaran menggiurkan dari
klub dari dalam maupun luar negeri. Bahkan Spaso rela menunggu keputusan
manajemen selama beberapa bulan untuk memperlihatkan keseriusannya
tetap ingin membela PSM musim depan(dh)









Hadi Rudyatmo : Saya Sanggup Satukan Persis Solo




  Kondisi persepakbolaan Indonesia masih dinaungi
konflik dualisme kepengurusan PSSI maupun kompetisi. Bahkan konflik
tersebut akan masih berkepanjangan mengingat kubu KPSI melalui PT LI
akan memulai kompetisi musim 2013 pada bulan Januari mendatang.
Sementara kompetisi dibawah PSSI bentukan PT LPIS baru akan
menggulirkannya pada Maret 2013.
Hal ini kembali mengundang perhatian dari Walikota Solo Hadi Rudyatmo
yang juga mantan anggota Komite Normalisasi saat KLB PSSI di Solo. Pria
yang akrab disapa Rudy ini menilai, baik PT LPIS maupun PT LI
seharusnya menahan dulu ego untuk menggulirkan masing-masing kompetisi
sebelum ada titik temu solusi kisruh di PSSI. Bahkan Rudy belum lama ini
bertemu dengan CEO PT LI Joko Driyono dan menyampaikan masukan terkait
kompetisi profesional sepakbola Indonesia.


“Kemarin sudah saya sampaikan pada Joko Driyono alangkah baiknya
kompetisi digelar setelah persoalan PSSI selesai, baik itu PT LI maupun
LPIS,” kata Rudy saat ditemui di GOR Manahan, Sabtu (29/12) pagi.


Rudy menegaskan, dirinya berjanji ikut menyelesaikan konflik di
Persis Solo. Kasus dualisme Persis Solo selama ini, akan segera
disatukannya dengan catatan ada solusi dan kesepakatan di tubuh PSSI
sebagai induk organisasi sepakbola tertinggi. “Karena tanpa
menyelesaikan persoalan di tubuh PSSI, kompetisi saya jamin tidak akan
nyaman. Kalau saya sanggup-sanggup saja menyatukan Persis Solo. Tapi
syaratnya harus ada kejelasan solusi konflik PSSI,”


“Tanggal 10 Januari besok AFC mau ke Indonesia untuk menyelesaikan
konflik. Itu yang kita tunggu dan sekaligus ada sinyal digelarnya KLB.
Ya itu dilakukan dulu, dengan menata pengurus dan kompetisi,” lanjut
Rudy.


Ditambahkan, apabila kedatangan dari perwakilan AFC tidak juga
sanggup menyelesaikan permasalahan sepakbola Indonesia, alangkah baiknya
kedua pihak, baik PSSI dan KPSI dibubarkan, dalam hal ini pemerintah
harus mengambil alih. Dirinya tidak berharap ada sanksi bagi PSSI oleh
FIFA atas campur tangan pemerintah, namun lebih kepada demi kepentingan
bangsa dan negara.


“Kalau konflik memang tidak bisa diselesaikan oleh AFC, ya lebih baik
dibubarkan saja dua-duanya (PSSI dan KPSI). Task Force dan Kemenpora
(pemerintah) membentuk panitia Screening Committee dan Organizing Committee
untuk menggelar KLB. Jika perlu Komite Normalisasi oleh Pak Agum
Gumelar turun lagi. Setelah pertemuan dengan AFC besok, Task Force harus
memberi deadline yang jelas, kapan dilakukan KLB. Solo kapanpun siap
jika diminta kembali jadi rujukan tuan rumah KLB,” pungkasnya.(fP)

Fortune Udo datang ke samarinda tanggal 1 januari


Diantara skuad Persisam Putra saat ini, publik pasti menantikan untuk
melihat aksi striker anyar Fortune Udo. Kedatangan eks punggawa Persiba
Bantul ini dipercaya akan membuat lini depan Persisam menjadi lebih
tajam. Namun sayangnya, saat ini Udo belum bergabung latihan bersama
tim. Udo beberapa waktu lalu bertolak ke Vietnam untuk menyelesaikan
urusan administrasi bersama eks klubnya Binh Duong FC.


Sebelumnya Direktur Sepak Bola Persisam Putra Dimas Raditya
mengharapkan Fortune Udo setidaknya sudah tiba di Samarinda sejak H-5
kickoff Indonesia Super League (ISL). Udo dijadwalkan tiba di Samarinda
Selasa (1/1) nanti. “Selasa dia datang sehingga besoknya sudah bisa ikut
latihan,” ujar Coeng Agus Setiawan, manajer Persisam Putra ketika
dikonfirmasi  kemarin.


Kehadiran Udo diharapkan bisa memenuhi ekspektasi untuk mengangkat
prestasi Pesut Mahakam. Berdasarkan penelusuran harian ini, selama
membela Persiba Bantul, Udo mencetak 34 gol dari 26 laga. Sementara
ketika memperkuat Binh Duong FC, Udo mencetak 8 gol dari 24 laga.


Pelatih Persisam Putra Sartono Anwar mengatakan, seorang striker saat
ini memang menjadi kebutuhan tim untuk mempertajam lini depan. “Kita
memang membutuhkan striker. Menyangkut taktik, kita harus menunggu Udo
datang dan bergabung latihan bersama tim,” tukasnya.


Sementara itu disinggung mengenai Ebrahim Loveinian, Sartono mengaku
pemain kelahiran Iran 34 tahun lalu itu memiliki skill cukup bagus.
Hanya saja Ebrahim harus mampu menunjukkan kemampuan lebih jika ingin
berkostum Persisam Putra. “Dia harus bekerja keras jika ingin mendapat
tempat,” ujar Sartono.


Hal ini cukup wajar karena Persisam memiliki pemain tengah cukup
mumpuni hasil perpaduan pemain senior dan junior eks PON. Selain ada
Lancine Kone, Loudry Meilana dan Dian Irawan, juga ada Isdiantono.


Coeng mengatakan, kepastian manajemen merekrut Ebrahim ditentukan
setelah dibicarakan bersama Direktur Utama PT Putra Samarinda Indonesia H
Harbiansyah Hanafiah. (nin)

KITAS kadaluarsa , Boakay Eddie Foday Harus tinggalkan Indonesia




-Striker asing Sriwijaya FC, Boakay Eddie Foday terancam absen
pada laga perdana SFC 5 Januari mendatang. Sama seperti rekannya, Eric
Wees Lewis, ternyata Kartu Ijin Tinggal Sementara (KITAS) pemain asal
Liberia ini juga habis per 29 Desember 2012.





Direktur Keuangan PT
Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) yang menaungi SFC, Augie Bunyamin
mengakui adanya persoalan yang membelit salah satu pemain terbaik Laskar
Wong Kito itu. Karena itu, saat ini dia sedang berada di Jakarta untuk
mengurusnya.





"Namun memang, syaratnya Foday harus terlebih dahulu
meninggalkan Indonesia sebelum KITAS-nya selesai. Apabila selesai baru
bisa kembali lagi ke Indonesia," terangnya.





Augie melanjutkan,
meski nantinya Foday juga bakal dideportasi, namun kemungkinan Foday
hanya akan ditempatkan di negara tetangga saja seperti Malaysia atau
Singapura. Pasalnya, Augie optimis pengurusan KITAS Foday ini akan
selesai dalam waktu cepat bahkan sebelum kompetisi laga perdana melawan
Persiba.





"Saya sudah urus semuanya dan saya yakin Foday masih
bisa ikut bermain pada laga perdana," tegas Direktur Utama Hotel Swarna
Dwipa ini.





Berbeda dengan status Eric, persoalan KITAS sepupu
Foday ini masih terus diupayakan. Saat ini dirinya sedang mengurus surat
PA 01 dari Depnaker, kemudian mengikuti sidang di kantor Imigrasi untuk
mendapatkan PTU yang akan ditujukan kepada duta besar Indonesia.
Setelah semua ini selesai, baru Eric bisa kembali ke Indonesia dan
memperkuat SFC.





"Paling tidak butuh waktu dua minggu lagi untuk
dapat menyelesaikannya  dan baru bisa kembali ke Indonesia, dan kita
harus  siap kehilangan tenaganya di laga-laga perdana," pungkasnya.(dp)

Arema vs Persela : Panas di laga Puncak




Panasnya atmosfer pertandingan antara Arema Indonesia menghadapi Persebaya DU, Jumat lalu, memang masih terasa hingga hari ini. Berakhir baik untuk Arema, Persebaya dipaksa angkat koper dari Bhumi Arema setelah kalah tipis 0-1.

Tapi, memori sengitnya pertandingan bertajuk El Classico Jawa Timur tersebut, akan terlihat lagi dalam final Piala Gubernur X 2012 sore ini.

Hanya saja, sekarang lawan Singo Edan bukanlah tim pujaan Bonekmania, melainkan tim kuat Juara Piala Gubernur 2010 Persela Lamongan. Laskar Joko Tingkir itu, lolos sebagai juara grup A setelah membantai Deltras Sidoarjo 4-0, Jumat siang lalu.

Diyakini, pertandingan melawan tim pujaan LA Mania itu, tak kalah panas saat Arema menghadapi musuh bebuyutannya, Persebaya.

Headcoach Rahmad Darmawan (RD) cukup yakin Persela akan menyajikan permainan yang menambah seru panasnya atmosfer final.





 Ia sama sekali tidak menganggap Persela adalah tim sama yang pernah dikalahkan Arema 3-0 saat penyisihan Inter Island Cup 2012, 8 Desember lalu.

‘’Lamongan sudah berbeda. Dia tim IIC yang penampilannya terus membaik. Setelah kalah dari kita, dia bisa menahan imbang Persiwa dan mempersulit Persipura yang akhirnya cuma menang 1-0. Mainnya makin lama makin bagus,’’ ujar RD seusai memimpin latihan recovery di Stadion Gajayana, pagi kemarin.

Pandangan pelatih berusia 46 tahun ini cukup beralasan. Di atas kertas, Persela memiliki waktu recovery yang lebih banyak daripada Arema. Persela main Jumat sore hari, saat membantai Deltras, sementara Sunarto dkk baru selesai bertanding sekitar pukul 21.00 WIB.





 Selain itu, RD menilai tim besutan Gomes de Olivera sudah memiliki bentuk organisasi permainan dan teamwork yang mantap. ‘’Mereka soalnya sudah tidak ada pemain keluar masuk, sementara kita masih sering ada pemain datang dan pergi,’’ ujar pelatih berlisensi A AFC tersebut.

Hal inilah yang dipastikan bakal membuat pertandingan final sore ini berjalan panas. Namun, RD tak gentar karena saat ini Dendi Santoso dkk juga sedang on fire merebut trofi pertamanya di masa pra musim. Meski kalah masa recovery, mantan pelatih Persikota Tangerang masih punya siasat dan akal untuk mencuri trofi yang selama dua tahun ini jadi milik Persela.

‘’Motivasi dan semangat anak-anak luar biasa. Apa yang diperlihatkan dalam permainan kemarin, juga efektif, khususnya saat berani melakukan kombinasi satu dua. Itu yang saya suka,’’ ungkap RD.








Apalagi, Arema juga akan didukung puluhan ribu Aremania yang sedang haus trofi kemenangan.

Mantan pemain Persija Jakarta era 80-an ini kemungkinan bakal merotasi starting elevennya dan kembali menyuntikkan pemain segar yang belum pernah main selama Piala Gubernur. Seperti Victor Igbonefo, Dendi Santoso, I Gede Sukadana hingga Yericho Christiantoko.

Tak ingin kalah, Persela Lamongan juga membawa misi untuk mencegah Arema menang dan mempertahankan gelar juara dalam final Piala Gubernur yang rencananya bakal dihadiri juga oleh Pakde Karwo.

‘’Kita bisa main maksimal, belajar dari kegagalan lawan Arema saat di IIC. Kita sudah pelajari Arema dan yakin bisa meredam kekuatan bintang Arema,’’ ujar asisten pelatih Persela Lamongan, Didik Ludianto ketika dikonfirmasi .

Meski enggan membocorkan strategi dan susunan pemain yang bakal turun hari ini, Didik sudah mengisyaratkan bakal membawa semua pemainnya ke Malang.

Yang jelas kata Didik, formasi tak akan jauh berbeda saat Persela menggulung Deltras empat gol tanpa balas. ‘’Kita tidak diunggulkan tidak apa-apa, malah senang, kita akan kerja keras besok di lapangan,’’ pungkasnya. (fin/avi)

Rumahnya Naser Al Sebai di Suriah hancur Berkeping-keping


Malang nian nasib bek Persib Bandung Naser Al Sebai, karena
tempat tinggalnya di Suriah hancur berkeping-keping, sampai-sampai harus
mengungsi ke rumah orangtuanya di Lebanon.





Alasan itu
pula, yang membuat Naser untuk memboyong keluarganya ke Indonesia.
Namun, karena proses pembuatan visa yang terbilang cukup lama, membuat
mantan pemain Tripoli Sporting Club sedikit gundah.





Media Officer
PT Persib Bandung Bermartabat Irfan Suryadiredja mengatakan, karena
situasi tersebut membuat Naser menjadi tidak tenang.





"Kemarin dia
ngobrol dengan saya, rumahnya di Suriah sudah hancur karena perang
saudara. Kini istri dan anaknya tinggal di rumah mertua yang di Lebanon,
mengungsi. Daripada begitu, makanya keluarganya mau ke Indonesia. Cuma
kan mengurus visa itu kan enggak sebentar, apalagi di daerah konflik
seperti itu butuh waktu," ujar Irfan kepada wartawan di Mes Persib,
Jalan Ahmad Yani, Bandung, Sabtu (29/12/2012) siang.





Terlebih
lanjut Irfan, keluarga Naser berencana untuk tinggal hingga kiprahnya di
kompetisi berakhir. Sehingga membutuhkan visa khusus, agar dapat
menetap lebih lama di Indonesia.





"Apalagi kan keluarga dia mau
menetap di Indonesia, selama Naser di sini. Makanya mengurus visa cukup
lama. Jadi wajar saja kalau butuh proses," tandasnya. [is]

Friday, December 28, 2012

Sriwijaya Kontrak Pemain Korsel Song In Young Untuk Beberapa Laga awal ISL , Kalau jelek langsung dibuang


Manajemen Sriwijaya FC memberi kesempatan besar bagi pemain asal Korea
Song In Young untuk bergabung. Untuk melihat kualitasnya, Manajemen akan
memberikan kontrak agar bisa tampil di beberapa laga Indonesia Super
League 2012/2013.  “Kita siap memberikan kontrak kepada Song. Hal ini
demi memberikan kesempatan kepada Song



untuk unjuk kebolehan dalam beberapa laga awal ISL musim ini,” kata
Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin.


Pemberian kontrak
tersebut, dikatakan anggota DPRD Banyuasin ini masih menunggu
rekomendasi dari pelatih. “Kalau dalam beberapa pertandingan tidak
bagus, tentu kontraknya langsung diputus. Kita beri kontrak, semata-mata
demi memberikan kesempatan unjuk kemampuan,” sambungnya.


Sesuai
aturan, PT Liga Indonesia hanya memperkenankan pemain yang telah
terdaftar untuk bermain pada kompetisi ISL. Salah satu syarat
pendaftaran pemain adalah dengan melampirkan berkas kontrak antara
pemain dan Klub.


Di Sriwijaya FC telah didaftarkan empat pemain
asing, Boakay Eddie Foday (Liberia), Erick Weeks Lewis (Liberia), Ali
Khaddafi (Togo), serta Diogo Santos Rangel (Timor Leste). Praktis dengan
demikian hanya tersisa satu slot kosong untuk asing Asia.


Sementara
mengenai pemain asal Mali Moke Diarra, Hendri memastikan belum akan
memberikan kontrak. Soalnya saat kuota asing di Sriwijaya FC sudah
penuh.


“Tetapi kita beri kesempatan bagi Kas untuk melihat kemampuan
Diarra. Kalau ternyata sangat bagus, tidak menutup kemungkinan ada
pemain asing yang diganti,” tegasnya.


Namun, ditambahkannya, sejauh
ini Kas enggan melakukan perombakan pemain asing. Oleh karena itu
Manajemen tidak ingin memberikan tekanan berlebihan kepada pelatih
mengenai pergantian pemain.


Selama dua hari berlatih, kedua pemain
asing tersebut mulai menunjukkan determinasinya. Keduanya dibekali skill
diatas rata-rata, tinggal lagi dilihat kemampuannya dalam sebuah
pertandingan.


Kas mengaku sangat mendukung keputusan Manajemen
apabila ingin mengontrak Saong In Young. Menurutnya saat ini tidak
mungkin bagi dirinya untuk menggelar sesi ujicoba.


“Secara skill,
teknik, dan kebugaran, Song In Young cukup bagus. Tapi saya belum lihat
caranya bermain sebagai sebuah tim,” ulas Kas.


Lagi pula, Kas merasa
timnya akan sangat terbantu apabila Song In Young bisa membela Sriwijaya
FC pada laga-laga awal ISL. “Saya pikir sangat tepat Manajemen
mengontrak Song, terpenting disepakati dari awal kalau tidak bagus,
boleh dicoret. Saat ini memang susah mencari pemain asing Asia yang
berkualitas sangat bagus,” pungkasnya. (af)